Please wait... X

Berita PDI Perjuangan Belanda: Diaspora Mampu Aktif Mendorong Kebijakan Publik Pro Anak Muda di Indonesia

PDI Perjuangan, 02/Nov/2020

PDI Perjuangan Belanda: Diaspora Mampu Aktif Mendorong Kebijakan Publik Pro Anak Muda di Indonesia

Digitalisasi produk UMKM dan industri kreatif yang berjejaring dengan warga negara Indonesia di luar negeri.

 

Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan Belanda kembali mengadakan webinar seri yang keempat yang kali ini bertemakan "Peran Diaspora Mendorong Kebijakan Publik yang Pro Anak Muda di Indonesia” pada hari Sabtu (31/10/2020). Latief Gau selaku Ketua DPLN PDI Perjuangan Belanda dalam sambutannya menyampaikan, tema tersebut diambil untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

 

Sejumlah narasumber yang sangat berkompeten di bidang kepemudaan hadir menyampaikan wawasannya. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan santai dan menarik menyampaikan berbagai macam pendekatan dan kebijakan-kebijakan yang pro anak muda di Indonesia yang salah satu nya membantu memasarkan produk-produk kreatif anak muda melalui Instagram #LapakGanjar. Ganjar juga menceritakan bagaimana bersama Duta Besar RI untuk Mexico, Belize, El Savador dan Guatemala, H.E Cheppy T. Wartono, yang juga hadir dalam webinar tadi malam, berusaha membangun jembatan dan jaringan di Meksiko agar produk-produk UMKM anak muda di Indonesia dapat diekspor.

 

Sementara Dubes Cheppy juga mendorong kader PDI Perjuangan yang menjadi wakil rakyat dapat mendorong bank-bank BUMN agar proaktif membantu UMKM dengan peningkatan kualitas produk serta manajemen, sehingga mampu bersaing di pasar luar negeri.

 

Narasumber kedua, Ir. Eriko Sotarduga, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga memberikan pemaparan secara komprehensif mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah pusat yang pro anak muda seperti program Kartu Pra Kerja, dukungan modal bagi anak muda pelaku UMKM, berbagai macam beasiswa (Bidikmisi, LPDP, PBSB, Beasiswa Unggulan, BUDI), berbagai macam program bagi anak muda di sector industry kreatif dari kementrian pemuda dan olahraga seperti Program Wirausaha Muda Pemula (WMP) yang memberikan bantuan modal dari Rp15-35 juta.

 

Selanjutnya narasumber ketiga, Dr. Ir. Daniel Rohi M.Eng SC IPM, anggota DPRD Jawa Timur yang berlatar belakang akademisi banyak memberikan pemaparan akademis peluang dan tantangan anak-anak muda kedepan di tengah berbagai macam perkembangan teknologi di era industry 4.0 seperti artificial intelligence dan teknologi informasi. Mengenai peran diaspora, Daniel Rohi berharap diaspora Indonesia di luar negeri dapat membantu membangun jejaring pemasaran diluar negeri. Daniel juga menyarankan agar kebijakan publik pro anak muda yang berfokus pada industri kreatif diberikan kesempatan seluas-luasnya termasuk juga anak muda yang terjun di sektor UMKM.

 

Dua anak muda mewakili generasi milenial, Horas Sinaga dari Visi Indonesia Unggul dan Fitria Jelyta dari Historia Bersama (anak muda Indonesia yang besar, bekerja dan tinggal di Belanda) menyampaikan gagasan sangat menarik untuk mendukung kebijakan publik yang berpihak kepada anak muda. Horas mengusulkan program-program digitalisasi UMKM untuk ekspor dan berharap diaspora Indonesia di luar negeri dapat menolong membangan jejaring. Fitria dan organisasinya berharap agar anak-anak muda Indonesia di Belanda dan anak-anak muda Indonesia dapat menjalin komunikasi sehingga dapat saling belajar keunggulan kebijakan di Eropa dan sebaliknya.

 

Webinar dimoderatori oleh Bambang Ponco, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Keanggotaan dan Organisasi DPLN PDI Perjuangan Belanda, dipandu oleh Florentena Lukie, Wakil Sekretaris Bidang Internal DPLN PDI Perjuangan Belanda. Program Webinar keempat merupakan salah satu program dari Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Deby Subiyanti.

Instagram

Twitter

Facebook