Please wait... X

Berita Megawati: PDI Perjuangan Siap Bantu BMKG Sebar Informasi Potensi Kebencanaan

PDI Perjuangan, 02/Nov/2020

Megawati: PDI Perjuangan Siap Bantu BMKG Sebar Informasi Potensi Kebencanaan

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan yang juga Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, meminta agar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersedia memberikan data wilayah rawan bencana. Agar PDI Perjuangan bisa membantu Pemerintah dalam mensosialisasikan informasi potensi bencana, hingga memberikan bantuan penanganan pasca bencana.

 

Hal itu disampaikan Megawati sebagai tanggapan atas paparan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengenai potensi bencana alam di Indonesia sejak akhir 2020 ini hingga beberapa tahun ke depan. Dari bencana banjir, gempa, likuifaksi, hingga tsunami. Dwikorita hadir sebagai narasumber dalam Rapat Koordinasi Bidang Nasional Kebudayaan dengan tema 'Gerakan Menanam Pohon Kepala Daerah PDI Perjuangan se-Indonesia', Sabtu (31/10/2020).

 

Pada acara tersebut hadir Sekjen Hasto Kristiyanto, Wasekjen Sadarestuwati dan Utut Adianto, serta Ketua DPP PDI Perjuangan seperti Tri Rismaharini, Sri Rahayu, Djarot Saiful Hidayat, dan Ahmad Basarah. Bersama mereka, hadir pula para kepala daerah dan ratusan pengurus daerah PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia.

 

"Untuk praktisnya, dengan PDI Perjuangan, daerah-daerah yang bisa sampai pada tingkat RT di sebuah daerah, tolong diberi tahu, kami akan sebarkan dengan spesifikasinya, apa yang mungkin terjadi. Hal-hal kemungkinan akan terjadi sampai 2021, supaya kami menginstruksikan nantinya," kata Megawati kepada Dwikorita di hadapan peserta rapat.

 

Megawati mengatakan, PDI Perjuangan juga siap membantu penanganan pasca bencana. Sebab PDI Perjuangan memiliki Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) yang sudah terbukti berkali-kali bekerja sama dengan unsur Pemerintahan dalam membantu rakyat.

 

"Kami sendiri masih perlu banyak pembelajaran soal tata ruang, kepala daerah yang sangat minim memperhatikan masalah ini," ujar Megawati.

 

Megawati juga menanggapi lontaran Dwikorita soal potensi bencana akibat puncak musim La Nina. Ketika membaca informasi soal hal itu, dia langsung mengontak sekretaris kabinet. Tujuannya menitip pesan ke presiden agar masalah ini diseriusi didalam rapat kabinet.

 

"Saya katakan sampaikan segera ke presiden, jangan hal ini seperti tidak diperhatikan. Tolong ada rapat kabinet. Karena seperti disampaikan Ibu Dwikorita, sekarang kita masih prihatin pandemi. Sehingga ketika tadi dikatakan harus mulai diperhatikan awareness, perhatian yang penuh," jelas Megawati.

 

Megawati lalu mengaku sudah sejak lama meminta agar Indonesia setidaknya bisa meniru Jepang. Di sana, bahkan sejak TK, seorang anak sudah diberi tahu kondisi alam negaranya yang rawan bencana. Setiap keluarga diajari langkah-langkah menyelamatkan dirinya jika terjadi bencana, termasuk sistem pengamanan jika bencana terjadi. Misal soal simbol sirine, hingga wilayah evakuasi yang sudah dilengkapi fasilitas.

 

"Bayangkan, kapan kita mau menuju seperti itu?" kata Megawati.

 

Megawati juga mengingatkan agar rakyat Indonesia seharusnya tak melupakan kearifan lokal menyangkut bencana. Dia menyontohkan kejadian tsunami di Meulaboh Aceh, dimana hewan-hewan bergerak ke atas bukit sebelum tsunami datang.

 

"Maka insting manusia Indonesia juga harus diperkuat. Ayo mari bersama kita mencoba. Saya harap kita jangan sekedar bicara saja, tapi kerjakan," pungkas Megawati.

Instagram

Twitter

Facebook