Please wait... X

Berita Peduli Produk Lokal, Gubernur Koster Terbitkan Surat Edaran Pasar Gotong Royong

PDI Perjuangan, 22/Jul/2020

Peduli Produk Lokal, Gubernur Koster Terbitkan Surat Edaran Pasar Gotong Royong

Pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, dan pihak swasta harus hadir untuk para petani, nelayan, perajin, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

 

Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan program Pasar Gotong Royong Krama Bali untuk percepatan pemulihan perekonomian rakyat yang sedang menghadapi pandemi Covid-19. Pandemi ini berdampak secara ekonomi dan sosial yang mengakibatkan penurunan pasar produk pertanian, perikanan, dan industri lokal masyarakat Bali. Program Pasar Gotong Royong disosialisasikan untuk seluruh masyarakat Bali melalui Surat Edaran Gubernur Wayan Koster yang ditandatangani pada Rabu (22/7/2020).

 

“Pasar Gotong Rorong sejalan dengan visi pembangunan daerah yakni ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui Pembangunan Semesta Berencana untuk menuju Bali era baru sekaligus wujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan Krama Bali,” kata Gubernur Koster dalam Surat Edaran.

 

Program Pasar Gotong Royong Krama Bali, menurut Koster, merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Jokowi saat Rapat Koordinasi Gubernur Se-Indonesia, tanggal 15 Juli 2020 lalu di Istana Bogor. Presiden mengarahkan agar mengutamakan penggunaan produk lokal untuk menggairahkan para petani, nelayan, perajin, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

 

Pasar ini untuk meningkatkan kepedulian pegawai dan karyawan, serta kesadaran bergotong-royong membantu petani, nelayan, perajin, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan menggunakan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal di Bali. Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali.

 

“Pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, dan pihak swasta harus hadir dan peduli kepada para petani, nelayan, perajin, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Melalui Pasar Gotong Royong, penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi dengan harga yang lebih wajar serta sama-sama diuntungkan,” ujar Gubernur Koster.

 

Koster menjelaskan, Pasar Gotong Royong Krama Bali difasilitasi dan dilaksanakan serentak oleh Pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, dan pihak swasta dengan mempertemukan secara langsung antara penjual dan pembeli produk pangan kebutuhan dasar sehari-hari serta sandang Krama Bali.

 

“Tempat, sarana, dan prasarana yang diperlukan difasilitasi oleh penyelenggara tanpa dipungut biaya agar dapat dilaksanakan dengan baik dan tertib. Sarana dan prasarana dapat berupa meja, kursi, tenda sederhana, atau dengan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia,” kata Gubernur.

 

Pasar Gotong Royong dilaksanakan pada hari kerja, setiap Jumat mulai pukul 07.00 WITA hingga selesai. Khusus hari Jumat setiap awal bulan menjual produk sandang. Koster mengharapkan penjual mampu menyediakan produk pangan segar, sehat, berkualitas dari hasil usaha tani dan nelayan sendiri, produk sandang berkualitas serta tidak menjual produk pangan dari luar Bali. Pedagang bisa menyediakan daftar barang dengan harga yang wajar dan bersaing dengan harga di pasar rakyat dan toko swalayan.

 

“Penjual tidak menggunakan plastik sekali pakai seperti tas kresek dan pipet, harus menyiapkan tas atau kantong serta pipet ramah lingkungan,” jelas Koster.

 

Koster mengatakan pegawai Pemerintah Daerah Provinsi Bali berstatus PNS wajib berbelanja sekurang-kurangnya 10 persen dari gaji per bulan, yang dibelanjakan dengan pengaturan secara proporsional setiap hari Jumat dalam sebulan di Pasar Gotong Royong Krama Bali. Sementara, pegawai yang bukan PNS dapat berbelanja secara sukarela. Kepala Perangkat Daerah dapat memerintahkan pegawainya agar berbelanja setiap hari Jumat. Untuk Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota, instansi vertikal, BUMN dan BUMD dan pihak swasta dihimbau memberlakukan kebijakan mengikuti kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Bali.

 

“Berlaku sama penjual dan pembeli berkewajiban membawa tas atau kantong ramah lingkungan, dilarang membawa tas atau kantong dari bahan plastik sekali pakai,” ujar Koster.

 

Pasar Gotong Royong juga menerapkan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru (New Normal). Penyelenggara pasar menyiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, menyiapkan petugas pengukur suhu tubuh, mengatur jarak tempat penjual, mengatur pembeli agar tidak berkerumun, petugas penyelenggara wajib menggunakan masker, dan melarang penjual dan pembeli yang tidak mematuhi Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.

Instagram

Twitter

Facebook