Please wait... X

Berita Megawati Dorong Program Padat Karya untuk Antisipasi PHK Akibat Pandemi Covid-19

PDI Perjuangan, 17/Apr/2020

Megawati Dorong Program Padat Karya untuk Antisipasi PHK Akibat Pandemi Covid-19

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memerintahkan seluruh kader Partai, khususnya kepala daerah dan pimpinan dewan untuk menyiapkan langkah menghadapi ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal tersebut dilakukan menyusul pandemi Covid-19 di Indonesia. Khususnya para buruh harian dan mereka yang berpenghasilan tidak tetap.

 

"Ibu Megawati memerintahkan seluruh kader Partai, para kepala daerah, dan para pimpinan dewan dari Partai untuk menaruh perhatian ekstra pada upaya mengatasi PHK, menciptakan lapangan kerja bagi rakyat," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Kamis (16/4/2020).

 

Hasto melanjutkan, Megawati meminta para kepala daerah untuk mengantisipasi ancaman gelombang PHK akibat penyebaran Covid-19. Dia mengungkapkan, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memperkirakan sedikitnya 1,25 miliar pekerja di dunia terdampak Covid-19 dibayangi ancaman PHK.

 

"Dalam situasi seperti ini sektor pangan harus digenjot melalui gerakan menanam tanaman apapun yang bisa dikonsumsi," ujar Hasto, melanjutkan perintah Megawati.

 

Selain itu, kepala daerah juga diminta merealokasi anggaran dan mendorong program padat karya. Hal itu harus dilakukan dengan tetap memenuhi seluruh ketentuan guna mencegah penularan Covid-19.

 

"Dalam teleconference kelima yang dipimpin Ibu Megawati, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo telah melaporkan realokasi anggaran sebesar Rp 110 miliar. Demikian juga Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas telah melakukan realokasi anggaran sehingga tersedia sekitar Rp 300 miliar untuk penanggulangan dampak Covid-19, termasuk program cipta kerja," jelas Hasto.

 

Hasto mengatakan berdasarkan analisa IMF serta Bank Dunia, krisis Covid-19 ini adalah pukulan telak untuk pertumbuhan ekonomi dunia. Menurutnya, Presiden Joko Widodo juga sudah menyampaikan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini tidak akan tercapai karena dilanda Covid-19.

 

"Sesuai perintah Ibu Megawati untuk mengutamakan kepentingan rakyat, kepala daerah yang kami usung menyediakan jaring pengaman untuk rakyat yang penghasilannya berkurang akibat wabah ini," katanya.

 

Dia pun berharap krisis Covid-19 ini tidak meluas. Hasto meminta seluruh kader PDI Perjuangan bergotong-royong untuk menekan penyebaran virus Corona.

 

Dimulai dari menyosialisasikan pencegahan penyebaran virus Corona, menyediakan alat pendukung kesehatan gratis, mempekerjakan korban PHK membuat masker untuk rakyat, hingga mendirikan dapur umum dan membagikan makanan gratis. Seperti yang dilakukan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang mengubah rumah dinasnya menjadi ruang isolasi untuk mengatasi Corona.

 

"Sesuai perintah Ibu Megawati untuk mengutamakan kepentingan rakyat, kepala daerah yang kami usung menyediakan jaring pengaman untuk rakyat yang penghasilannya berkurang akibat wabah ini," kata Hasto.

 

Seperti ditulis republika.co.id, pemerintah telah mendata ada sekitar 1,6 juta pekerja Indonesia yang telah di-PHK dan dirumahkan. Gelombang PHK juga telah terjadi di beberapa daerah secara nasional seperti laporan yang telah diterima dinas tenaga kerja setempat.

 

Disnaker Kota Bandung, misalnya, menyebut sekitar 7.682 karyawan di Bandung mengalami PHK dan dirumahkan oleh pihak perusahaan. Angka tersebut diterima Disnaker Kota Bandung hingga Ahad (12/4/2020).

 

Sebanyak 685 pekerja di Kota Surabaya, Jawa Timur, juga terkena PHK maupun dirumahkan oleh perusahaannya. Adapun 1.582 pekerja di Tangerang Selatan (Tangsel) telah melapor terkena PHK. Berdasarkan data Disnaker Kota Tangsel, jumlah tersebut berasal dari 27 perusahaan.

Instagram

Twitter

Facebook