Please wait... X

Berita PDI Perjuangan Mengutuk Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

PDI Perjuangan, 09/Oct/2019

PDI Perjuangan Mengutuk Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

PDI Perjuangan menilai kasus penculikan dan penganiayaan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng sebagai tindakan yang bertentangan dengan demokrasi. Sebab demokrasi tidak boleh dijalankan dengan berbagai upaya provokasi dan tindak kekerasan.

 

"Dengan demikian kami mengutuk mereka yang telah melakukan penganiayaan secara tidak bertanggung jawab tersebut. Tradisi kekerasan harus dihilangkan dalam demokrasi dan negara hukum kita," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Rabu (9/10/2019).

 

Hasto mengatakan seharusnya penyampaian pendapat di muka umum bisa berjalan dengan baik tanpa harus diakhiri lewat kekerasan seperti yang dialami Ninoy Karundeng.

 

"Kami mengutuk mereka yang telah melakukan penganiayaan secara tidak bertanggung jawab tersebut. Tradisi kekerasan harus dihilangkan dalam demokrasi dan negara hukum kita," kata Hasto.

 

Hasto juga telah berkoordinasi dengan kepolisian mengenai kasus Ninoy. "Ya kami telah melakukan komunikasi. Bahkan pada saat itu ketika yang bersangkutan belum ditemukan, kami juga melakukan koordinasi yang intensif dengan aparat keamanan termasuk jajaran partai untuk memberikan perhatian," jelas Hasto.

 

Polda Metro Jaya telah menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus penculikan dan penganiayaan Ninoy. Dari 13 orang itu, 3 orang adalah perempuan. Hingga saat ini total sudah ada 13 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu. Terakhir, polisi menetapkan Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar dan Feri sebagai tersangka dalam kasus itu. 

Instagram

Twitter

Facebook