Please wait... X

Berita Sekjen PDI Perjuangan Hadiri Larung Sungai dan Festival Tahu Gejrot di Cirebon

PDI Perjuangan, 06/Oct/2019

Sekjen PDI Perjuangan Hadiri Larung Sungai dan Festival Tahu Gejrot di Cirebon

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menghadiri acara larung sungai di bawah jembatan rel kereta Desa Ciledug Lor, Pamosongan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (28/9/2019).

Hasto terlihat membaur bersama ratusan warga desa setempat yang hadir. Nampak hadir Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono dan para legislator dari dari partai berlambang moncong putih itu. Hadir pula Bupati Cirebon Imron Rosyadi serta tokoh-tokoh adat dan masyarakat di lokasi pertemuan Sungai Jangkelok dan Cisanggarung itu. Sesekali gerbong kereta milik PT Kereta Api  Indonesia (KAI) meluncur kencang di jembatan rel yang berada tepat di atas lokasi acara. Suara gesekan roda kereta dan rel terdengar menderu keras bersama suara klakson kereta.

"Pak Jokowi saja belum tentu pernah berbicara di bawah jembatan rel kereta api seperti ini," kata Hasto yang disambut tawa para hadirin.

Hasto mengatakan bersedia hadir di acara larung sungai bersama masyarakat Cirebon karena meyakini bahwa politik itu sejatinya adalah menyatu dengan kehidupan rakyat.

"Daripada ikut pusing di Jakarta, padahal pemilu sudah selesai, ada yang tak puas dan menyampaikannya secara anarkis, kami memilih jalan yang dimulai Bung Karno dan dilanjutkan Ibu Megawati dan Pak Jokowi. Yakni jalan yang selalu bersama rakyat. Karena siapa yang selalu bersama rakyat, dia akan selamat," ujar Hasto.

Acara larung sungai dilakukan dengan sederhana. Dimana masing-masing membawa sebuah wadah dari bambu yang berisi air bersih untuk kemudian ditumpahkan ke sungai yang sedang mengering. Tentunya sembari memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Hasto, air adalah pembuat kehidupan di seluruh alam raya ini, sehingga harus dirawat dan dijaga. Kegiatan larung sungai tersebut juga mengandung pesan agar seluruh anak bangsa merawat seluruh sungai dan mata air.

"Maka dibalik ritual adat ini pada dasarnya adalah hasrat sedalam-dalamnya untuk merawat mata air kehidupan kita," jelas Hasto.

Hasto pun menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh warga dusun tersebut sejalan dengan Pancasila sebagai jalan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sila Ketuhanan yang Maha Esa menekankan bukan hanya ketuhanan yang berbudi pekerti luhur tanpa keegosian agama. Namun juga nilai-nilai bahwa sebagai ciptaan Tuhan, kita harus menjaga dan memperindah lingkungan.

"Dalam dusun seperti ini bisa kita saksikan masyarakat hidup rukun, apa adanya, mampu bersyukur memanjatkan karunia bersama. Berbeda dengan di Jakarta, mereka mengatasnamakan rakyat, namun kini muncul demo ditunggangi kepentingan yang ujungnya anarki," ungkap Hasto.

Tahu Gejrot Warisan Budaya Tak Benda

Dalam Festival Cai Diraga tersebut selain larung sungai, Pemerintah Kabupaten Cirebon juga menyelenggarakan Festival Tahu Gejrot di Alun-Alun Ciledug, Cirebon. Acara ini sebagai upaya mendorong agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan kuliner khas Cirebon itu sebagai warisan budaya tak benda.

Hasto mengatakan PDI Perjuangan sangat peduli dan menaruh perhatian besar terhadap kuliner Nusantara yang salah satunya adalah tahu gejrot. Menurutnya, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri maupun Presiden Jokowi sangat menaruh perhatian dan kecintaan akan kuliner Nusantara ini.

"Indonesia mendapat karunia yang luar biasa sebagai negara yang memiliki bumbu-bumbuan terlengkap, makanan Nusantara terlengkap," jelas Hasto.

Sementara menurut Pelaksana Harian Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, tahu gejrot merupakan salah satu ciri khas makanan yang ada di Kabupaten Cirebon. "Memang pabriknya ada di Ciledug, sampai sekarang. Jadi, tahu gejrot itu asalnya dari Ciledug," kata Imron.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon itu mengatakan, pihaknya dengan bangga menggelar Festival Tahu Gejrot untuk memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa makanan itu berasal dari Cirebon.

"Kami akan mengadakan Festival Tahu Gejrot setiap tahun karena ini ciri khas makanan kami. Kami perkenalkan kepada masyarakat di luar Kabupaten Cirebon bahwa di Cirebon ada makanan yang bergizi dan enak, yaitu tahu gejrot," jelas Imron.

Ketua Panitia Festival Budaya Cai Diraga, Suherman juga menjelaskan bahwa sudah mendaftarkan pabrik pembuat pertama kali tahu gejrot tahu di Desa Jatiseeng, Ciledug untuk menjadi warisan budaya tak benda kepada Kementerian Pendidikan dan Budaya. "Jadi dari Kemdikbud nanti akan dipatenkan dan ada piagamnya untuk menjadi warisan budaya tak benda," ujar Suherman.

Instagram

Twitter

Facebook