Please wait... X

Berita PDI Perjuangan Potensi Mendapat Kursi Ketua DPR RI, Bersama KIK untuk Stabilitas Politik Mendatang

PDI Perjuangan, 08/May/2019

PDI Perjuangan Potensi Mendapat Kursi Ketua DPR RI, Bersama KIK untuk Stabilitas Politik Mendatang

PDI Perjuangan diperkirakan memenangkan pemilu legislatif 2019 dan berpeluang menduduki kursi Ketua DPR RI periode 2019-2024. Sementara untuk pimpinan dewan lainnya akan diisi oleh Golkar, Gerindra, PKB, dan NasDem.

“Terima kasih kepada masyarakat yang memberi kepercayaan kepada PDI Perjuangan sehingga berpotensi kembali menjadi parpol pemenang pemilu. Berdasarkan sistem perhitungan (Situng) internal yang dikombinasikan dengan Situng KPU, sebanyak 133 kader PDI Perjuangan akan duduk sebagai anggota DPR RI,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Kantor DPP, Jl. Diponegoro 58, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019).

Perolehan kursi berikutnya ditempati Golkar dengan raihan 82 kursi, Gerindra dengan 80 kursi, PKB dengan 59 kursi, dan NasDem dengan 56 kursi. Selanjutnya Partai Demokrat dan PKS mendapat sama-sama 52 kursi, PAN 41 kursi, terakhir PPP dengan 20 kursi. "Maka pimpinan DPR ke depan akan terdiri dari PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, PKB, dan NasDem," ujar Hasto.

Hasto menerangkan lebih lanjut, formasi pimpinan dan jumlah kursi di DPR RI periode mendatang mayoritas dipegang parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pengusung Jokowi-Ma'ruf. Hal tersebut menunjukkan stabilitas politik ke depan.

"Ke depan demokrasi akan jauh lebih stabil," ujar Hasto.

Sementara menurut Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI Perjuangan, Arif Wibowo, berdasarkan isi pasal 427 d UU nomor 2 tahun 2018 tentang MD3, disebutkan bahwa pimpinan DPR terdiri dari 1 orang ketua dan 4 orang wakil ketua. Ketua DPR RI adalah anggota dari fraksi yang memperoleh kursi terbanyak pertama. "Itu yang menjadi dasar kita," kata Arif.

Untuk hasil final, lanjut Arif, akan menunggu perhitungan hingga 100 persen data masuk. Namun Partai membuat batasan, angka plus minusnya sekira 5 kursi. Jadi, perolehan kursi PDI Perjuangan bisa naik 5 menjadi 138 kursi atau turun 5 ke 128.

“Kami pastikan kecenderungannya pada jumlah 132-134 kursi DPR RI,” jelas Arif.

Sejauh ini Arif melihat ada daerah pemilihan yang menunjukkan hasil pileg di luar harapan, namun ada juga yang lompatannya luar biasa. Sebagai contoh di dapil Aceh I dan Gorontalo, PDI Perjuangan masih gagal memperoleh kursi DPR. Namun untuk beberapa dapil di Kalimantan, memperoleh penambahan jumlah kursi signifikan.

“Dapil Kalsel misalnya, dahulu 1 kursi untuk Kalsel II namun pada 2019 ini, kita mendapat 3 kursi untuk keseluruhan dapil. Dapil Kalbar dahulu belum dipecah. Jadi satu dapil dapat 3 kursi. Sekarang sudah hampir pasti jadi 4 kursi,” urai Arif.

Lompatan luar biasa terjadi di Bali, dimana pada 2014 PDI Perjuangan memperoleh 4 kursi, kini menjadi 6 kursi. Hasil positif lain terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bahkan untuk Jawa Timur, PDI Perjuangan membuat sejarah.

“Hampir pasti, mudah-mudahan tak ada tren mencurigakan di lapangan, untuk pertama kali sejak 1955, pertama kali PDI Perjuangan menang di Jatim. Kami berpotensi mendapat 22 kursi dan PKB 21 kursi,” kata Arif.

'Pecah Telur' untuk Sulsel, Sultra, Sulbar, dan Kalbar

Berdasarkan data situng internal yang dikombinasikan dengan data situng KPU, PDI Perjuangan berpotensi memperoleh kursi DPR di wilayah yang dahulunya selalu gagal.

Menurut Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Bambang Dwi Hartono, PDI Perjuangan ‘pecah telur’ di Sulawesi Selatan, Kalbar, Sultra, dan Sulbar. "Kali ini pecah telur. Berhasil. Sisa hanya dapil Aceh 1 dan Gorontalo yang kita belum ada wakil DPR RI-nya," kata Bambang DH.

Hal lain yang perlu dicermati secara khusus adalah fenomena di Papua, dimana proses input data rekapitulasi berlangsung sangat lambat. Berdasarkan informasi dari tim yang diturunkan di lapangan, ada parpol tertentu berusaha menghalalkan segala cara demi memperoleh kemenangan. Sementara hasil situng, PDI Perjuangan berpotensi mendapat tambahan kursi di sana. Plus pilpres 2019 juga unggul.

"Data yang masuk membuat kami terus mencermati keadaan. Atas temuan ini, penyelenggara, yakni KPU dan Bawaslu, kami harap bisa transparan dengan memberi atensi lebih untuk C1 yang asli," kata Bambang.

Instagram

Twitter

Facebook