Please wait... X

Berita PDI Perjuangan: Pamerkan Berbagai Koleksi Lukisan, Kantor DPP Sebagai Ruang Ekspresi Kebudayaan Nasional

PDI Perjuangan, 22/Apr/2019

PDI Perjuangan: Pamerkan Berbagai Koleksi Lukisan, Kantor DPP Sebagai Ruang Ekspresi Kebudayaan Nasional

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak wartawan melihat ruang kerja Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Pusat yang merupakan pusat komando yang menggerakkan 300 ribuan petugas yang mengumpulkan serta menginput data C1 dari TPS seluruh Indonesia ke 154.320 komputer. 

Namun, mengawali keterangan persnya, Hasto tak langsung masuk ke substansi tapi dia menjelaskan sejumlah lukisan dan alat musik tradisional yang menghiasi gedung DPP PDI Perjuangan.

Hasto memaparkan kantor Partai sebagai tempat mengekspresikan seluruh kebudayaan Nusantara. Tidak hanya gamelan, angklung, kolintang, namun juga memajang berbagai koleksi lukisan. Kesemuanya dalam semangat mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan.

"Di sini sengaja kami duduk di belakang lukisan Saudara Nasirun yang menggambarkan bahwa politik itu penuh warna dan kebudayaan. Seluruh ekspresi ada di sini," jelas Hasto, Senin (22/4/2019).

Hasto menjelaskan bahwa di sisi lain gedung, ada dua lukisan yang menggambarkan naga merah dan naga hijau dimana dulu zaman pemerintahan yang otoriter ada operasi naga merah dan naga hijau.

"Jadi seluruh lukisan di kedua gedung DPP PDI Perjuangan penuh dengan pesan-pesan perjuangan, kemanusiaan, dan pesan politik yang membangun peradaban," tambah Hasto.

Untuk diketahui, Nasirun, perupa kelahiran Cilacap, 1 Oktober 1965 pernah pameran tunggal di Yogyakarta, Solo, Jakarta, dan telah berpartisipasi dalam berbagai pameran kelompok di Indonesia, Singapura dan Belanda.

Tidak hanya lukisan Nasirun yang dipamerkan saat malam penggalangan dana dukungan bagi Jokowi-KH Ma'ruf Amin, beberapa waktu lalu. "Kami juga memiliki lukisan Bung Karno karya Trubus, lukisan Garuda Pancasila yang begitu megah karya Srihadi, lukisan Cut Nyak Dien karya pelukis Lee Man Fong, juga aneka tenun nusantara. Ada juga karya Hendra, Widayat dan lain-lain," ucap Hasto.

PDI Perjuangan, lanjut Hasto, memberi apresiasi terhadap para perupa dan pegiat budaya. Oleh sebab itulah banyak lukisan menghiasi dinding gedung DPP PDI Perjuangan.

"Politik dan seni tak terpisahkan. PDI Perjuangan memberi ruang dan apresiasi terhadap para seniman," tandas Hasto.

Memajang berbagai lukisan, patung, kain tenun Nusantara, dan alat musik tradisional, menurut Hasto, PDI Perjuangan mengukuhkan kantor Partai juga sebagai rumah budaya Nusantara. 

"Sebab berpolitik itu menyentuh rasa, penuh ekspresi kebudayaan, dan mengobarkan rasa cinta kepada tanah air," pungkas Hasto.

Instagram

Twitter

Facebook