Please wait... X

Berita BSPN PDI Perjuangan Hitung Sementara Suara TPS: Jokowi-Amin Unggul

PDI Perjuangan, 29/Sep/2019

BSPN PDI Perjuangan Hitung Sementara Suara TPS: Jokowi-Amin Unggul

PDI Perjuangan merilis hitung suara dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan tim internal. Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sekjen Hasto Kristiyanto bersama Kepala BSPN Arif Wibowo dan Ketua Bappilu Bambang DH menunjukkan foto-foto dan dokumen kerja Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI Perjuangan di kantor DPP Jl. Diponegoro 58, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019).

Menurut Kepala BPSN PDI Perjuangan, Arif Wibowo, hasil hitung TPS tersebut merupakan data terakhir yang dihitung hingga hari Jumat (19/4/2019) pukul 14.10 WIB. Data itu diambil dari total 58.656 TPS dengan jumlah suara masuk mencapai 10.691.760. Untuk diketahui jumlah TPS pada pemilu serentak sebanyak 813.350 TPS.

"Berdasarkan UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan KPU nomor 9 tahun 2019 tentang Pemilihan dan Rekapitulasi, yang prinsipnya adalah di dalam proses elektoral kita menghitung hasil pemilu per TPS yang tersebar dalam 810.346 TPS yang ada di Indonesia itu berbasis kepada lembar C1," kata Arif Wibowo.

Di tiap kantor cabang Partai setingkat Kabupaten/Kota, PDI Perjuangan memiliki 'Kamar Hitung' tempat BSPN bekerja menerima formulir C1 yang berisi hitungan suara dari setiap TPS.

Lembar C1 itu, menurut Arif, menjadi dasar perhitungan rekapitulasi suara yang dilakukan oleh tim internal PDI Perjuangan. Perhitungan suara terus berlangsung hingga 22 Mei 2019.

“Dan hanya formulir C1 asli yang datanya kami input. Yang berbentuk foto, sms, email, kami tak hitung. Tentu cepat lambatnya tergantung kesiapan masing-masing daerah dalam menginput C1. Kami ada infrastruktur di tiap kabupaten dan kota," jelas Arif.

Lebih lanjut Arif menerangkan, jumlah komputer dan petugas di tiap-tiap kamar hitung jumlahnya berbeda. Semakin besar kota dan penduduknya, maka jumlahnya semakin besar. Rata-rata, di tiap kamar hitung, terdapat 50-400 unit komputer untuk memasukkan data asli. Untuk provinsi besar seperti Jakarta, jumlah komputernya hingga 900 unit. 

Data-data dari tiap kamar hitung langsung dimasukkan dan muncul otomatis di laman website khusus penghitungan yang dipantau secara terbuka. Ketika ditayangkan, jumlah suara yang masuk di kisaran 10 jutaan.

"Hasilnya baru sampai 10.688.000 yang bergerak terus dan otomatis setiap detik berubah ketika ada data yang masuk. Ini real count jam yang sama, detik yang sama. Anda bisa cek, kita memiliki kecepatan 2,5 kali lipat dari KPU dengan kelebihan dan kekurangan infrastrukturnya," ujar Arif Wibowo.

Hasto Kristiyanto menambahkan, bukan hanya bisa memantau perolehan suara Pilpres, sistem BSPN juga bisa memantau jumlah suara caleg. Seketika data diinput, maka akan ketahuan berapa perolehan kursi caleg partai itu.

Ketika disimulasi, misalnya di dapil Jateng V, perhitungan sementara PDI Perjuangan memperoleh 5 kursi DPR RI lengkap dengan nama calegnya. Di dapil Jatim IV, PDI Perjuangan memperoleh 2 kursi versi data sementara.

"Ini kami punya data dan infrastrukturnya. Makanya kalau pihak sebelah bilang, pilpres dapat 62 persen, coba saja minta menunjukkan buktinya. Seperti yang kami tunjukkan ini. Jadi siapapun yang sampaikan klaim ke publik, tak boleh asal klaim tapi harus pakai data," kata Hasto.

Menurut Hasto, data yang mereka tunjukkan itu baru dari BSPN PDI Perjuangan. TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin yang merupakan gabungan parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK) juga mempunyai infrastruktur sendiri.

"Kami pertanyakan, yang mengklaim menang itu bagaimana infrastrukturnya? Kalau kami, di PDI Perjuangan saja punya Kamar Hitung di tiap DPC dan DPD. Jadi marilah kita sama-sama mencerdaskan. Jangan asal klaim sepihak dengan maksud memprovokasi. Kalau tak punya infrastrukturnya, lebih baik kita menunggu KPU sebagai lembaga yang berwenang memutuskan," tegas Hasto.

Instagram

Twitter

Facebook