Please wait... X

Berita PDI Perjuangan: Usulkan Pembuatan Kebun Raya di Labuan Bajo, Kembalikan Flores Negeri Nusa Bunga

PDI Perjuangan, 10/Apr/2019

PDI Perjuangan: Usulkan Pembuatan Kebun Raya di Labuan Bajo, Kembalikan Flores Negeri Nusa Bunga

PDI Perjuangan dalam safari politik kebangsaan dan kampanye di Flores Nusa Tenggara Timur, menyempatkan diri konsolidasi Partai di Manggarai Barat. Alam raya NTT begitu indah, sebagai daya cipta penuh pesona pantai dan gunung menghijau ciri khas khatulistiwa. Nama Flores sendiri sebelumnya adalah Nusa Bunga. Karena itulah semangat penghijauan, memperindah dengan tanaman bunga harus digalakkan di seluruh wilayah Flores. Ditambah lagi potensi keragaman seni tradisi menjadi keunggulan wisata yang dibalut keindahan bentang alam Flores.

Saat berbincang dengan Andreas Hugo Pareira, anggota DPR RI PDI Perjuangan, Maria Geong, Wakil Bupati Manggarai Barat dan Heribertus Nabit, Direktur Destinasi Pariwisata BOP Labuan Bajo Flores, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan Ibu Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kepala daerah dan atau wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan membangun kebun raya di kawasan wisata yang begitu menarik dunia tersebut.

"Potensi membuat kebun raya dengan keseluruhan tumbuh-tumbuhan khas Flores dimungkinkan. Paling tidak ada lahan seluas 264 hektar yang memungkinkan untuk menjadi botanical garden," ujar Heribertus penuh semangat.

Sementara menurut Hasto, penghijauan di Flores memiliki keterikatan sejarah nasional dan hubungan luar negeri, ketika Bung Karno mempelopori dan menanam pohon Mimba di Padang Arafah, Saudi Arabia yang sangat berguna untuk obat-obatan, sekaligus memberi keteduhan bagi jemaah haji di seluruh dunia.

"Ibu Megawati selalu menekankan, bahwa politik itu berbicara penghidupan dan kehidupan. Bagaimana politisi juga membangun tradisi kontemplasi dengan cara membangun ruang publik yang nyaman, seperti taman kota, apotik hidup, merawat sungai, menanam pohon di daerah aliran sungai dan membuat kebun-kebun raya. Dalam ruang yang hijau penuh pepohonan dan bunga, maka keindahan alam semesta akan hadir. Disitulah alam rasa dan alam pikir menyatu, menghasilkan pemikiran yang baik untuk kemaslahatan bangsa," jelas Hasto.

Maria Geong juga mengingatkan bahwa membangun Labuan Bajo harus berakar dari tradisi kebudayaan masyarakat Manggarai, ditopang dengan kebudayaan Bajo, Bugis, Makasar, hingga Bima, maka keindahan alam hingga lautan yang asri dan lestari, semakin indah dalam bingkai kebudayaan masyarakat setempat. Terlebih  ketika gerak penghijauan, hidup dalam lingkungan bersih, dan aneka bunga tumbuh meluas menambah eloknya mutiara keindahan dari Indonesia Timur tersebut.

"Kedepan kami akan jadikan Flores hadir penuh dengan jutaan aneka bunga bermekaran nan indah, Flores Nusa Bunga," ujar Maria Geong. 

 

Foto: Bentang alam Gunung Padar Kepulauan Komodo, Kab. Manggarai Barat, NTT. Sumber: Istimewa

Instagram

Twitter

Facebook