Please wait... X

Berita Baguna PDI Perjuangan Sosialisasi Peta Rawan Bencana dan Antisipasi Dini Kebencanaan

PDI Perjuangan, 27/Dec/2018

Baguna PDI Perjuangan Sosialisasi Peta Rawan Bencana dan Antisipasi Dini Kebencanaan

Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tsunami Selat Sunda di Banten dan Lampung Selatan yang mencapai ratusan jiwa, bisa jadi dipicu tidak adanya peringatan dini (early warning) agar masyarakat waspada dan cepat menyelamatkan diri sebelum air laut datang menghantam.

Sebelumnya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ketika melepas bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pada hari Senin (8/10/2018) lalu, sudah memperingatkan pentingnya sistem peringatan dini dari pemerintah kepada masyarakat di daerah rawan bencana. Hal tersebut telah disampaikan Megawati kepada Presiden Joko Widodo sebagai kritik yang membangun.

Megawati memberi contoh seperti di Jepang. Jepang sama seperti Indonesia rawan gempa dan tsunami.

"Nanti ada sirine di seluruh wilayah, kita hampir tidak ada. Sirine mengatakan siapapun harus keluar ke lapangan. Membawa apa? Kalau di depan rumah ada backpack, itu isinya dua baju selimut dan makanan. Begitu sirine pertama, langsung keluar bawa backpack," kata Megawati di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Sementara itu agar masyarakat tanggap bencana, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan terus mengajak masyarakat agar lebih sadar dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus sensitif terhadap potensi bencana. Baguna menyelenggarakan workshop Peta Rawan Bencana Indonesia bertema “Antisipasi Dini Terhadap Wilayah Rawan Bencana” pada hari Kamis (13/12/2018) lalu.

Tujuan workshop mensosialisasikan kepada semua pihak agar memahami kawasan rawan bencana serta sejauh apa persiapan dilakukan secara maksimal agar terhindar dari bencana.

“Indonesia berada di daerah rawan bencana karena pengaruh perubahan iklim yang terjadi. Salah satunya kenaikan suhu di Jakarta yang dinilai di atas rata-rata dan ancaman banjir dari air laut. Sehingga kami ingin terus memantapkan tugas Baguna dan kami akan menerbitkan melalui workshop ini, buku manual untuk disosialisasikan di anak-anak kita di SD, SMP, SMA," kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jl. Diponegoro 58, Jakarta Pusat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, menurut Hasto, PDI Perjuangan mendorong semua pihak bekerjasama mengantisipasi dampak dari perubahan iklim, misalnya pengawasan keberadaan gedung-gedung bertingkat oleh Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kami sudah berkirim surat ke seluruh jajaran DPRD DKI untuk meminta pemerintahan Gubernur DKI melakukan pengecekan, apakah gedung-gedung bertingkat itu sudah mempertimbangkan faktor-faktor kebencanaan. Hal itu dilakukan agar saat terjadi gempa tidak timbul banyak korban," ujarnya.

Secara internal di PDI Perjuangan, Hasto mengungkapkan, telah mendorong Baguna agar mempersiapkan tim dalam menghadapi bencana tanah longsor dan banjir seperti yang terjadi akhir-akhir ini.

"Ibu Megawati Soekarnoputri selalu punya stok untuk makanan bayi, kemudian untuk kebutuhan khusus perempuan karena ini yang sering kali dilupakan ketika terjadi bencana," jelasnya.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan juga menjalin kerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui secara dini potensi-potensi bencana alam.

“Jadi, kalau ada bencana, baik itu tektonik, vulkanik, kami mendapat informasi lebih cepat untuk mempersiapkan seluruh jajaran Partai agar dapat ditugaskan ke daerah. Kesiapsiagaan menjadi kunci mengatasi bencana," ujar Hasto.

Workshop Peta Rawan Bencana Indonesia diikuti oleh relawan Baguna dari 34 Provinsi serta menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, dan akademisi.

Instagram

Twitter

Facebook