Please wait... X

Berita Anggota DPRD Sulteng Kawal Pelepasan Pengungsi di Asrama Haji Makassar

PDI Perjuangan, 04/Nov/2018

Anggota DPRD Sulteng Kawal Pelepasan Pengungsi di Asrama Haji Makassar

Anggota DPRD Provinsi (Deprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengawal pelepasan pengungsi asal Sulteng yang ditampung di Asrama Haji Makassar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) fasilitasi pemulangan pengungsi asal Sulteng menggunakan sarana transportasi bus, Sabtu (03/11/2018).

"Tadi saya mengantar langsung pengungsi ke Asrama Putra (Aspura) di jalan Sungai Limboto Makassar. Karena sudah tidak ada lagi yang ditampung di Asrama Haji Makassar jadi harus dicarikan tempat bagi yang belum bisa pulang ke Sulteng," kata anggota DPRD Povinsi Sulteng Hj. Sri Indraningsih Lalusu.

Menurut Sri Indraningsih, saat ini sudah tidak ada lagi pengungsi asal Sulteng yang menetap di Asrama Haji Makassar setelah Pempov Sulsel memberi tenggat waktu penampungan, karena Asrama Haji akan digunakan untuk kegiatan daerah. Selain melepas kepulangan, anggota dewan juga ikut mengarahkan pengungsi yang belum sempat pulang menuju Asrama Putra dan mess Pemda Sulteng di Makassar.

“Salah satunya Ibu Ince Muda Lamadjido yang diarahkan ke Aspura Sulteng. Ibu Ince salah satu pengungsi yang masih bertahan di Makassar dan belum dipulangkan ke Sulteng,” jelas Sri Indraningsih anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulteng.

Ketua Komisi I DPRD Sulteng itu menjelaskan bahwa awalnya pengungsi Sulteng yang masuk Asrama Haji Makassar sebanyak 3.872 orang. Saat ini masih 114 orang pengungsi berada di Sulsel.

Sementara itu, Ince Lamadjido mengapresiasi perhatian Pemprov Sulsel yang telah mencukupi segala kebutuhan para pengungsi selama tinggal di Asrama Haji. Hingga kepulangan, pengungsi masih mendapat bekal logistik. Kebijakan Pemprov Sulsel, bahwa bantuan ke Asrama Haji Makassar adalah milik pengungsi yang berhak dibawa pulang.

"Kami berterima kasih karena benar-benar diperhatikan Pemprov Sulsel. Sebelumnya ada ribuan  pengungsi dari Sulteng dan kebutuhan kami disiapkan kelebihan. Sampai yang mau balik Palu tetap membawa pulang logistik. Ini kami diberikan satu karung beras, air mineral, telur dan mie instant. Pokoknya  banyak dibawa pulang," kata Ince sembari memperlihatkan barang yang diterimanya.

Ince adalah salah seorang korban gempa yang kakinya terluka parah dan harus menggunakan kursi roda. Ia mengungsi ke Makasar dan mendapat perawatan medis.

"Kaki saya patah tertimpa reruntuhan rumah sewaktu gempa. Makanya masih gunakan kursi roda," ujar Ince yang saat ini ditemani dua orang cucunya di Makasar.

Ince dan pengungsi lain berterima kasih telah dibantu oleh sejumlah anggota Deprov Sulteng. "Terima kasih kepada anggota Deprov Sulteng yang sudah membantu mengarahkan kami ke tempat ini. Tadi Ibu Sri Lalusu masih sempat menemani berbincang setelah mengantar  kami," jelasnya.

Instagram

Twitter

Facebook