Please wait... X

Berita PDI Perjuangan: “Tiga Pilar Kompak Bersatupadu Bersama Rakyat Menangkan Pemilu 2019”

PDI Perjuangan, 21/Sep/2018

PDI Perjuangan: “Tiga Pilar Kompak Bersatupadu Bersama Rakyat Menangkan Pemilu 2019”

Pemilu 2019 adalah Pemilihan Umum pertama dalam sejarah Indonesia yang dilakukan secara serentak. Menghadirkan banyak peluang dan sekaligus tantangan yang sulit diprediksi. Berkaitan dengan itu, DPP PDI Perjuangan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemenangan Pemilu 2019 di kantor DPP, Jl. Diponegoro 58, Jakarta Pusat awal September lalu. Menghadapi Pemilu Serentak 2019, diperlukan kesiapan Partai secara utuh dengan memastikan kekompakan (soliditas) struktural, kesatupaduan (sinergitas) antara seluruh unsur Tiga Pilar Partai dengan para calon anggota legislatif.

“Soliditas dan sinergitas di antara unsur-unsur Partai di atas bukanlah sesuatu yang bisa hadir begitu saja, tetapi melalui pengembangan konsensus internal yang diterjemahkan melalui perencanaan dan strategi pemenangan yang jelas di setiap Daerah Pemilihan (Dapil),” kata Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Menurut Hasto dalam pertarungan Pemilu Serentak 2019 ini, seluruh unsur Partai harus berjuang all out dengan strategi micro targeting dan micro marketing. Pemenangan Pemilu Presiden menjadi satu tarikan nafas dengan Pemenangan Pemilu Legislatif. Seluruh unsur PDI Perjuangan harus mengambil inisiatif menggerakkan seluruh partai pengusung, relawan, dan kelompok-kelompok masyarakat untuk menjamin pemenangan di wilayahnya masing-masing.

“Unsur Tiga Pilar harus menjadi lokomotif utama dalam menggerakkan Tim Kampanye Pemilu Presiden dalam Pemilu Serentak 2019 yang akan datang,” ujar Hasto.

Terhadap kelompok-kelompok yang melakukan serangan dan hasutan, penyebaran kebencian dan fitnah kepada PDI Perjuangan, Pemerintah, dan Presiden Jokowi, agar dilakukan perlawanan secara proporsional dengan memperhatikan hukum, etika, dan kepantasan dalam menjaga adab publik dan politik yang baik dan sehat.

“Rakornas menyampaikan keprihatinan atas upaya manipulasi dan pembohongan politik yang terus menerus direproduksi oleh sekelompok orang dan elit-elit politik dalam rangka mencapai tujuannya, yaitu mengerdilkan pencapaian dan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. Oleh karena itu, seluruh unsur PDI Perjuangan harus mampu melawan manipulasi kesadaran rakyat itu dengan menggunakan data dan fakta yang valid, argumen logis serta bahasa membumi yang dipahami rakyat secara umum,” jelas Hasto.

Sementara menurut Ketua Badan Pemenang Pemilu (Bapilu) PDI Perjuangan, Bambang DH, seluruh mesin partai harus bergerak, para kader diperintahkan berlatih senam-senam politik dengan melakukan perlawanan terhadap kelompok-kelompok yang anti Pancasila. Memenangkan Jokowi adalah uji coba gerakan mesin Partai, sehingga DPP bisa menilai DPC-DPC dalam evaluasi organisasi. Apakah DPC mampu menjadi mesin yang efektif atau malah menjadi mesin yang malas. Kemalasan pengurus Partai tidak bisa ditolerir lagi. Prestasi Partai ditentukan oleh kerja Pengurus dan Gerakan yang dicetuskan pengurus daerah sampai tingkat cabang.

“Perluasan elektabilitas tidak ditentukan oleh perkelahian internal, tapi penugasan bagi para kader Partai berani masuk bertarung ke dalam wilayah-wilayah yang dikuasai Partai lain. Sehingga tiap kader terlatih dalam pertarungan politik. Dalam waktu paling lama satu bulan kegiatan Rakorda dan Rakorcab untuk pemenangan Pileg dan Pilpres2019 telah dijalankan oleh DPD/DPC seluruh Indonesia sesuai tingkatannya masing-masing,” kata Bambang DH. (pram)

Instagram

Twitter

Facebook