Please wait... X

Berita Pidato Megawati Soekarnoputri dalam Diklat SAR BAGUNA dan BASARNAS Angkatan IV "BAGUNA harus hadir di tengah rakyat"

PDI Perjuangan, 23/Nov/2017

Pidato Megawati Soekarnoputri dalam Diklat SAR BAGUNA dan BASARNAS Angkatan IV "BAGUNA harus hadir di tengah rakyat"

Kepada Yth. Bapak Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum;

Bapak Marsekal Muda M. Syaugi, Kepala BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN, atau yang lebih dikenal dengan nama BASARNAS;

Hadirin dan saudara-saudara sekalian, rekan-rekan pers.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Damai Sejahtera untuk kita semua,

Om Swasti Astu,

Namo Budaya,

Marilah kita terlebih dahulu memekikkan salam nasional kita,

Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!!

Saya membentuk Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) pada tahun 2005, sehingga usianya sekarang sudah memasuki 12 tahun. Hal ini tidak terlepas dari pengalaman saya, ketika menjadi Wapres pada tahun 2000, saya ditugaskan Presiden Abdurrachman Wahid untuk   menangani dampak pembubaran Departemen Sosial saat itu.

Pada saat bersamaan, mengingat Indonesia berada di kawasan yang merupakan rangkaian dari gunung berapi (ring of fire), dan menyadari adanya potensi bencana yang cukup besar, maka ketika menjadi Wapres, saya menggagas pembentukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Alhamdulillah BNPB bisa dibentuk pada tanggal 9 Januari 2001.

Saya juga mendorong lahirnya Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada tanggal 1 Juli tahun 2002. BMKG ini sangat penting, sehingga identifikasi dini terhadap cuaca, iklim, dan terjadinya gempa bumi dapat dilakukan dengan lebih baik.

Melihat pentingnya penanganan bencana tersebut, dan cakupan yang luas, menyangkut mitigasi, tata kerja penanggulangan bencana, dan penanganan korban bencana, maka saya memandang perlu bahwa Partai pun memilik tanggung jawab sosial; tangung jawab kemanusiaan dan harus hadir di tengah rakyat ketika bencana terjadi. Karena itulah BAGUNA saya bentuk. BAGUNA telah menjalankan berbagai operasi kemanusiaan, dan PDI Perjuanganlah sebagai satu-satunya Partai yang memiliki  Badan Penanggulangan Bencana.

Tugas BAGUNA PDI Perjuangan yang tertuang dalam AD/ART Partai : (1) Mengkoordinasikan dan melaksanakan kegiatan mitigasi serta bantuan dan penanggulangan bencana yang meliputi bencana alam, bencana sosial, kebakaran, konflik sosial, pengungsi, bencana industri dan bencana kemanusiaan lainnya; (2) Mensosialisasikan dan mengorganisir Anggota Partai dan masyarakat untuk mengumpulkan dan menyalurkan bantuan serta memberikan bantuan kepada korban bencana.

Kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan Basarnas ini telah saya instruksikan berulang kali. Kehadiran BASARNAS sangatlah penting, sehingga PDI Perjuangan mendukung secara langsung tugas dan fungsi BASARNAS melalui kerjasama  diklat ini. Ini adalah pelatihan yang ketiga kalinya. Pertama, pada bulan Oktober tahun 2015 di Jakarta. Kedua, pada tahun 2016 di Manado, dan hari ini bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur yang dilaksanakan selama 7 hari dari tanggal 17 sampai dengan hari ini.

Materi Diklat terkait medical first responder (penolong yang pertama kali tiba di lokasi kejadian yang memiliki kemampuan medis) dan water rescue (pertolongan di air). Sangatlah penting di dalam memperkuat fungsi BAGUNA.

Sasaran pelatihan adalah terbentuknya kemampuan potensi SAR bagi BAGUNA PDI Perjuangan yang handal, cepat dan aman dalam pencarian dan pertolongan.

Saya berharap, agar PDI Perjuangan dapat memiliki setidaknya 1 (satu) Batalyon yang telah dilatih secara khusus dengan kemampuan pencarian dan pertolongan.

Dengan demikian kemampuan BAGUNA semakin lengkap. BAGUNA dapat mengintegrasikan kemampuan mitigasi bencana, pencarian dan pertolongan korban, penanganan bencana di daerah terpencil sekalipun. Kesemuanya membumikan nilai kemanusiaan dan gotong royong yang menjadi intisari dari Pancasila. 

Setiap BAGUNA hadir di tengah rakyat, yang ada adalah semangat membantu rakyat tanpa pamrih, dengan tulus iklas, dan terus membangun semangat rakyat yang menjadi korban bencana. BAGUNA harus hadir ditengah rakyat, tanpa pernah membedakan suku, agama, status sosial, bahkan pilihan partai politiknya. Karena itulah seluruh personil BAGUNA sebagai alat kemanusiaan harus bermental baja, memiliki fisik yang kuat, dan kemampuan survival yang tinggi, serta “api pengabdian” yang tidak akan pernah padam.

Kedepan, BAGUNA saya instruksikan juga bekerja sama dengan HIMPUNAN AHLI PSIKOLOGI INDONESIA, mengingat penanganan aspek kejiwaan bagi mereka yang menjadi korban, dan sering kali harus merelakan kehilangan harta benda, bahkan sanak familinya ada yang menjadi korban, memerlukan upaya penanganan secara khusus.

Selamat atas pelatihan dan pendidikan dengan BASARNAS, dan sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama ini. Semua tugas ini kita lakukan sebagai bagian dari dedikasi bagi bangsa dan negara Indonesia.

Terima kasih atas demo SAR melalui simulasi pencarian dan pertolongan yang telah dilakukan dengan sangat baik.

 

Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam Damai Sejahtera bagi kita semua,

Om Santi Santi Om.

Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!!

 

Megawati Soekarnoputri

KETUA UMUM PDI PERJUANGAN

 

Instagram

Twitter

Facebook