Please wait... X

Berita F.X. Hadi Rudyatmo: Utamakan Mesin Partai dan Konsolidasi Warga Masyarakat untuk Raih Kemenangan

PDI PERJUANGAN, 21/Aug/2017

F.X. Hadi Rudyatmo: Utamakan Mesin Partai dan Konsolidasi Warga Masyarakat untuk Raih Kemenangan

Cita-cita Bung Karno mensejahterakan rakyat melalui penyediaan 5P yakni, Perut, Pakaian, Pendidikan, Papan serta Pergaulan hidup yang beradab dan berbudaya diwujudkan serta terus ditingkatkan oleh  Walikota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo. Laki-laki yang akrab disapa Rudy itu mewujudkan 5P pokok pikiran Bung Karno di kota Surakarta dengan istilah 3WMP, kepanjangan dari Waras (sehat), Wasis (pandai), Wareg (kenyang), Mapan (pekerjaan), dan Papan (rumah). Ketika menjabat Wakil Walikota Surakarta mendampingi Joko Widodo, yang saat ini menjadi Presiden RI, Rudy telah menjalankan Program 3WMP sejak tahun 2005 lalu.

Waras artinya terjamin kesehatan, Wasis itu artinya terjamin pendidikan, Wareg itu artinya kenyang, Mapan artinya tersedianya lapangan pekerjaan, dan Papan artinya rumah yang layak huni. Itu semua yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kota Surakarta,” jelas F.X. Hadi Rudyatmo.

Rudy lahir di Solo, 13 Februari 1960, ia sudah menjadi kader PDI Perjuangan sejak 1977 dan sampai sekarang tidak pernah sekalipun berpindah partai. Ia mengaku sangat mencintai PDI Perjuangan karena mengemban amanat dan ideologi Pancasila. Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 menyampaikan pidato bahwa negara Republik Indonesia ini berdiri berdasarkan pondasi ideologi yang kokoh yaitu Pancasila. 

Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, tanah air, dan negara, menurut Rudy adalah cita-cita terbesar dari Bung Karno. Sehingga tanpa pengabdian kepada Tuhan, kepada tanah air, dan bangsa, Bung Karno menyampaikan ia bukan apa-apa. “Goresan pena Bung Karno itulah yang saya gunakan berjuang meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai visi dan misi PDI Perjuangan,” katanya.

Rudy setia mengabdi bersama PDI Perjuangan demi meneruskan cita-cita Bung Karno untuk melakukan perubahan yang lebih baik, lebih manusiawi yang berorientasi kemaslahatan masyarakat banyak di Kota Surakarta. Suami Elisabeth Endang Prasetyaningsih ini merintis pengabdian kepada Partai mulai dari anak tangga terbawah sebagai anggota, pengurus Bangkordes, Kordes kemudian Korcam dan Pimpinan Anak Cabang pada tahun 1998.  

"Saya menjabat Ketua Dewan Pimpinan Cabang sejak tahun 2000 sampai sekarang. Jadi saya empat periode menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Surakarta,” ujarnya.

Bapak lima orang anak ini mengatakan, sebagai kader Partai ia adalah petugas partai yang mendapat tugas dari Ketua Umum, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri. Tugasnya meraih sebuah kekuasaan melalui proses demokrasi pemilihan daerah. Kekuasan itu demi kesejahteraan rakyat, bukan untuk kesejahteraan diri sendiri, kesejahteraan kelompok maupun kesejahteraan Partai. Ia juga prihatin apabila ada kader PDI Perjuangan malu menyebut dirinya sebagai petugas Partai.

“Kader jangan malu menyebutkan diri sebagai petugas Partai untuk mendapat kekuasaan, ini semua demi kesejahteraan rakyat di tiap kotamadya dan kabupaten. Bila ada kader Partai malu mengatakan diri sebagai Petugas Partai, berarti dia belum teguh memegang prinsip ideologi Pancasila 1 Juni 1945, tegasnya.

Sementara itu, untuk memenangkan pemilihan kepala daerah, Rudy mengungkapkan strategi-strategi yang dilakukan dengan menggerakkan dan menghidupkan mesin Partai. Mulai dari Pengurus Anak Ranting, Pengurus Ranting, Pengurus PAC, Pengurus DPC, Badan dan Sayap-Sayap Partai. Ia juga membentuk Regu Penggerak Pemilih (Guraklih) di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang beranggotakan 7 orang kader. Menempatkan 7 orang Kader Juang, 7 orang kader Balai Warta, 7 orang kader Pemuda Moncong Putih, Taruna Merah Putih 2 orang kader, Satgas dan saksi 2 orang anggota

“Kami mempunyai petugas Partai yang militan, yaitu Kader Juang, Guraklih, Balai Warta, Saksi, Taruna Merah Putih, dan Pemuda Moncong Putih. Berarti jumlahnya 27 ditambah ditambah dua orang Satgas menjadi 29 kader. Ini dikandung maksud setiap Kader Juang dan Guraklih ini mempunyai dua anggota pemilih. Sehingga tiga kali 29 sudah mendapatkan sekitar 87 suara di setiap TPS yang sudah bisa kita hitung. Kami lebih mengedepankan dan mengutamakan mesin bentukan Partai, sekaligus konsolidasi bersama warga masyarakat,” jelasnya.

Rudy menghimbau dan berharap seluruh kader PDI Perjuangan yang bertugas mengikuti proses pemilihan kepala daerah berjuang sekuat tenaga meraih kemenangan. Karena sesuai cita-cita Bapak Bangsa dan Sang Proklamator Bung Karno, bahwa Pancasila dilahirkan untuk mengubah nasib bangsa Indonesia menjadi bangsa bermartabat, bangsa yang beradab, sejahtera lahir dan batin.

Ia mengajak seluruh kader Partai yang militan dan berideologi Pancasila 1 Juni 1945 untuk berjuang sekeras tenaga, menjalin komunikasi yang baik, dan bergotong-royong meraih kesuksesan dalam pemilihan kepala daerah di seluruh Indonesia. “Semoga semua kader Partai yang menjadi calon kepala daerah bisa sukses dan berjuang sekeras tenaga menyejahterakan rakyat,” kata Rudy seraya mengepalkan tinjunya. (Pram)

Instagram

Twitter

Facebook