Please wait... X

Berita Mewujudkan Trisakti Dengan Pembangunan Nasional

PDI Perjuangan, 13/Jan/2016

Mewujudkan Trisakti Dengan Pembangunan Nasional

Jakarta - PDI Perjuangan gelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dengan tema "Mewujudkan Trisakti dengan Pembangunan Nasional Semesta Berencana" pada tanggal 10-12 Januari 2016, di JCC Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Rakernas  membahas perwujudan program pembangunan semesta berencana yang merupakan cita-cita Presiden pertama Soekarno.

"Dalam pidatonya, Ketua umum akan merekontruksi sistem pembangunan nasional terhadap sinergi pembangunan nasional semesta. Ini direncanakan akan menjadi ruh DPP PDI Perjuangan," kata Wasekjen Ahmad Basarah  di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (4/1/2016).

Ada empat komisi yang akan dibentuk dalam rakernas. Komisi pertama, jelas Basarah, dibagi menjadi dua sub yakni pembangunan semesta berencana dan sikap rakernas. Komisi kedua, menyangkut implementasi pembangunan tiga pilar partai. Komisi tiga, fokus terhadap evaluasi Pilkada serentak tahun 2015 dan proyeksi pilkada tahun 2017-2018.

Sementara untuk Komisi IV, “Rencana kerja bagi kepala daerah terpilih agar mencapai visi dan misi yang sama. Karena seringkali program kab/kota tak sama dengan provinsi apalagi dengan pusat," lanjut Basarah.

Diskusi Trisakti

Jelang Rakernas, PDI Perjuangan menyelenggarakan diskusi tentang Trisakti dan arah pembangunan nasional. Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam, Guru Besar Universitas Jember Widodo Ekatjahyana, menjadi pembicara dalam diskusi di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (4/1/2015).

Asvi Warman Adam memaparkan pentingnya konsep Pembangunan Semesta Berencana, untuk diperjuangkan. Sebab, tanpa visi tersebut pemerintah seperti hanya melakukan pembangunan sesuai dengan apa yang dijanjikan pada masa kampanye lalu. Pembangunan semesta berencana diterapkan oleh Presiden Soekarno di era 1960-1969 agar pembangunan antardaerah di Indonesia menjadi lebih terarah.

"Ini digunakan untuk menjawab situasi nasional, dimana banyak pemberontakan dan tekanan internasional yang ingin Indonesia masuk dalam satu blok yang tengah berseteru. Buktinya, implementasi itu menghasilkan pembangunan yang baik," ujar dia.

Widodo Ekatjahjana, Guru Besar Hukum Universitas Jember, menilai program nasional pembangunan semesta berencana suatu langkah yang baik di tengah tata negara yang tak punya haluan seperti sekarang ini.

"Sistem negara tidak jelas dan haluan negara tidak ada. Karena itu, jika ini diwujudkan pada Rakernas, maka ini karya besar," ujarnya.

Diskusi serupa juga digelar di UGM Yogyakarta, Dr. Revrisond Baswir, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, menyatakan bahwa Rakernas PDI Perjuangan harus bisa jadi momentum koreksi sistem ekonomi neo-kolonial.

“Amanat konstitusi yang kita miliki sudah jelas. Upaya koreksi seharusnya bukan jadi tanggung jawab PDI Perjuangan saja tapi semua saja yang bersepakat untuk taat konstitusi,” kata Revrisond Baswir di sesi Roundtable Discussion “Mewujudkan Tri Sakti dengan Pembangunan Semesta Berencana Untuk Indonesia Raya” bersama akademisi, pakar, aktifis mahasiswa dan pegiat LSM di UGM Yogyakarta, Senin (4/1/2016).

Instagram

Twitter

Facebook