Please wait... X

Berita BSPN: “Tentara” Partai Pemenangan Pemilu

PDI PERJUANGAN, 26/Sep/2017

BSPN: “Tentara” Partai Pemenangan Pemilu

Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPP PDI Perjuangan, Arif Wibowo di hadapan ratusan Pelatih Regu Penggerak Pemilih (Guraklih) menegaskan bahwa BSPN Pusat, Daerah, Kabupaten, Kota sampai saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) adalah “tentara” Partai yang bertugas mengorganisir, mengawal, dan mengamankan suara Partai dalam pemilihan umum. Sebagai “tentara” Partai dituntut memiliki kemampuan khusus yang tidak sama dengan para anggota dan kader lainnya.

“Beratnya beban tersebut, tentu menjadi tanggungjawab yang harus kita jalankan. Tidak perlu takut, tidak perlu mengeluh, semua kita kerjakan semata-mata demi kehormatan, kejayaan Partai sekaligus menjaga kedaulatan Indonesia,” kata Arif Wibowo dalam pidato sambutan pelatihan Peningkatan Kapasitas Teknis Pelatih Guraklih/Saksi Tahun 2017 di Depok, Jawa Barat, Selasa (19/9/2017).

Menurut Arif Wibowo sejak Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan tahun 2017 di Bali, BSPN diberikan tugas serta tanggungjawab tambahan mengurus Guraklih. Keputusan Rakernas II juga menyatakan, Guraklih terdiri dari 5 orang setiap TPS, 2 di antaranya berfungsi sebagai saksi dalam dan saksi luar TPS. Artinya pada saat Pilkada serentak tahun 2018, BSPN akan mengurus kurang lebih 1.920.000 Guraklih di seluruh Indonesia. Sedangkan pada Pemilu 2019, BSPN akan memimpin pergerakan Guraklih sejumlah 4,4 juta anggota Partai.

“Inilah beban tugas yang maha dahsyat tanpa kemauan kuat, tanpa kemauan dan kemampuan memadai, tanpa loyalitas, dedikasi, integritas, dan militansi yang tinggi, tentu beban dan tanggungjawab tersebut tidak akan bisa kita laksanakan dengan baik,” ujar Arif.

Lebih lanjut Arif menjelaskan, pemilihan kepala daerah, Pilpres, Pemilu Legislatif tidak bisa semata-mata dibebankan pada pundak BSPN. Namun sebaiknya harus dipahami, bahwa melihat segenap program dan tahapan yang ada dalam sistem politik elektoral Indonesia, hampir 50 persen menjadi tanggungjawab BSPN.

BSPN juga telah menyusun program hingga 2018 dengan mengadakan beberapa kegiatan. Diantaranya peningkatan pelatihan teknis, berikutnya akan dilaksanakan kembali pelatihan saksi. Meskipun Pilkada serentak hanya berlangsung di 154 Kabupaten/Kota dan 17 propinsi, namun BSPN mengadakan dua kali pelatihan pelatih saksi yang melibatkan kader Partai dari 31 propinsi dan 384 Kabupaten/Kota seIndonesia.

“Bahkan sebagian dari teman-teman BSPN juga diperbantukan untuk mengurus satu tim bersifat khusus menyiapkan formasi dan rangkaian penting seleksi calon kepala dan wakil kepala daerah untuk pelaksanaan Pilkada 2018. Nanti pada saat rekrutmen dan seleksi calon anggota DPR, DPD, DPRD Propinsi, dan Kabupaten/Kota, saya kira sebagian dari pengurus BSPN sudah akan terlibat melakukan pengawalan, untuk rangka memastikan seluruh proses rekrutmen bisa berjalan baik sesuai dengan cita-cita Partai dan garis politik Partai,” kata Arif.

Kehadiran penggerak BSPN dalam rekrutmen tersebut, menurut Arif, untuk memastikan dan menanamkan kepada seluruh anggota serta kader partai yang menduduki jabatan penting mampu berfungsi, berbuat, dan bertanggungjawab sebagai petugas partai. Mengapa harus dipastikan menjadi petugas partai? Karena evaluasi sejak masa lalu, tidak saja pada saat Partai didirikan, justru ditarik saat zaman Orde Baru, ternyata, apa yang dicapai oleh Partai dalam Pemilu tidak mengalami pergeseran berarti. Pada tahun 1955 mendapatkan suara sekitar 22 persen dari hasil Pemilu nasional. Sementara saat Orba berkuasa tak lebih dari 8 persen dari suara nasional, karena masa itu Partai di bawah tekanan luar biasa rezim otoritarian. Pada masa reformasi, apa yang dicapai partai, 14 persen hingga 19 persen suara nasional. Ini tidak berbeda jauh dengan hasil Pemilu 1955.

“Kesimpulan dan analisa kita terhadap proses politik yang panjang, bahwa Partai tidak mampu beradaptasi cukup baik dengan keseluruhan tahapan elektoral yang tersedia. Itulah sebabnya, maka karena Partai tidak mampu melakukan adaptasi yang baik dalam setiap tahapan pemilu, BSPN menjadi strategis dan keberadaannya sangat menjanjikan,” ujar Arif.

Anggota Komisi II DPR RI ini mengharapkan peserta pelatihan mengikuti acara hingga Jumat (22/9/2017) dengan baik dan seksama, karena telah disaring dan disaring sedemikian rupa untuk menjadi Pelatih Guraklih dan saksi. BSPN Pusat juga memutuskan, sudah dilaporkan serta disetujui Partai, diantara para peserta akan mendapat penugasan tidak seperti yang diterima pelatih saksi pada umumnya. Bentuk penugasan tidak hanya untuk daerahnya sendiri, tapi bisa ke daerah lain untuk mencapai dan mengawal kemenangan dalam Pilkada serentak 2018 di sejumlah 45 persen Kabupaten/Kota dan Provinsi. Ini ketetapan Kongres yang tidak bisa ditawar. Pada 2019 akan dilaksanakan pelatihan peningkatan bagi pelatih Guraklih dan saksi dalam jumlah lebih banyak lagi untuk menghadapi Pemilu serentak 2019 dari Sabang sampai Merauke. Pemilu 2019 berlangsung dalam proses kompetisi yang ketat dengan tingkat konflik kekerasan yang bisa jadi sangat intensif meningkat dibandingkan masa-masa sebelumnya.

“Tentu sebagai kader sekaligus ‘tentara’ partai, diharapkan kepada saudara-saudara sekalian para pelatih saksi ini, untuk bisa mendedikasikan diri sebaik-baiknya,” tegas Arif. (Pram)

Instagram

Twitter

Facebook