Please wait... X

Media_Center Siaran Pers Sekjen PDI Perjuangan Menyambut HUT ke 72 Republik Indonesia

PDI PERJUANGAN, 18/Aug/2017

Siaran Pers Sekjen PDI Perjuangan Menyambut HUT ke 72 Republik Indonesia

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semuanya,
Om Swastu Atu, 
Namo Budaya
 
Marilah kita terlebih dahulu pekikan salam nasional kita: Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!!
1. Hari ini kita memeringati Kemerdekaan Indonesia yang ke 72.
2. Kemerdekaan sebagai hasil perjuangan revolusi kemerdekaan Indonesia adalah manifesto untuk hidup bebas dari penjajahan; bebas dari penindasan; dan bebas untuk menentukan nasib bangsa sendiri secara berdaulat.
3. Kita paham sepaham-pahamnya bahwa antara Lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni 1945 dan Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah satu nafas kehendak; satu nafas semangat dan satu pernyataan otentik bahwa kita adalah bangsa yang memiliki nasionalisme dan patriotisme yang tinggi.
4. Atas dasar hal itulah, sebelum membacakan teks Proklamasi, Bung Karno menegaskan bahwa hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendiri, akan berdiri dengan kuatnya.
5. Semangat percaya pada kekuatan sendiri inilah yang menjadi penopang kokohnya republik Indonesia itu. Dengannya ia mampu menghancur-leburkan musuh-musuh revolusi. Dengan semangat itu, ia mampu menggelorakan semangat pengorbanan tanpa henti. 
6. Kini kita  yang telah menikmati perjuangan para pendiri bangsa tersebut, khususnya BK, punya tanggung jawab besar untuk membumikan Pancasila dalam semangat pembebasan.
7. Terkait hal tersebut, maka Pancasila dalam semangat pembebasan, BK menegaskan pentingnya tiga soal: Pertama, bagaimana kita benar-benar berdaulat dalam bidang politik. Berdaulat dalam alam pikir kita sebagai bangsa. Berdaulat dalam menggunakan hal-hal positif pembentuk kebudayaan pada taraf yang tinggi, yang berintikan nilai-nilai Pancasila. Berdaulat dalam politik adalah prinsip dasar dari bangsa merdekaagar kita menjadi bangsa pemenang; bangsa unggul, bukan bangsa yang menggantungkan nasibnya pada bangsa lain. 
8. Kedua, bagaimana kita hadir sebagai bangsa yang berdikari. Berdiri di atas kaki kita sendiri. Keberdikarian dimulai dari setiap per-kehidupan rakyat. Berdikari dalam pangan, energi, kesehatan, kemampuan membangun rumah bagi rakyat. Berdikari adalah etos kerja bangsa pejuang. Berdikari adalah kepercayaan diri yang bekobar-kobar bahwa kita bukanlah bangsa yang minder dan tunduk pada kehendak bangsa lain. 
9. Ketiga, berkepribadian dalam kebudayaan. Kebudayaan adalah jati diri kita. Kebudayaan berkepribadian gotong royong. Kebudayaan yang mengekspresikan seluruh nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, musyawarah dan keadilan. Kebudayaan yang mencintai tanahairnya. Kebudayaan yang menghikmati daya cipta untuk kejayaan bangsanya.
 
 
PERINTAH KETUA UMUM PDI PERJUANGAN
1. PDI Perjuangan berdiri kokoh dalam seluruh sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa. 
2. PDI Perjuangan menempatkan Bung Karno sebagai Bapak Bangsa; Proklamator bangsa; penggali Pancasila dan peletak dasar kepemimpinan Indonesia di Asia Afrika dan Amerika Latin. 
3. Kita memberikan penghormatan pada Beliau. Penghormatan dari alam pikir Bung Karno; Cara berkebudayaan BK; cara BK dalam mengekspresikan “api nan tak kunjung padam” untuk Indonesia merdeka. 
4. Sebagai partai ideologi, kita terus menerus membumikan Pemikiran BK tentang hakekat Partai sebagai obor penerang bagirakyat; Semangat pembebasan Indonesia Menggugat; Mencapai Indonesia Raya; Lahirnya Pancasila; Penemuan Kembali Revolusi kita dan pemikiran BK lainnya yang begitu jernih sebagai Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
5. Atas dasar hal tersebut, maka Perintah Ibu Ketua umum adalah:
a. Gelorakan dan sosialisasikan Pancasila dalam kebenaran jalan sejarah. 
b. Bumikan Pancasila melalui jalan Trisakti.
c. Sosialisasikan jalan menuju masyarakat adil dan makmur dengan menjalankan Pola Pembangunan Semesta Berencana.
d. Kepada seluruh jajaran struktural Partai dari DPP hingga ke DPD, DPC, PAC, ranting dan Anak ranting Partai: jadikanlah PDI Perjuangan sebagai kekuatan pemersatu bangsa. PDI Perjuangan sebagai Rumah Kebangsaan Indonesia Raya. Kita buktikan bahwa Pancasila benar-benar bekerja dari hal-hal kecil, hingga hal-hal fundamental dalam kehidupan berbangsa.
e. Ingatlah bahwa kemerdekaan yang sejati, hanya melalui perjuangan. Perjuangan yang mengambil intisari dari semangat kemerdekaan: percaya pada kekuatan sendiri, dan membangun persatuan yang kokoh dengan rakyat untuk Indonesia Raya.
 
Dirgahayu Republik Indonesia ke-72. 
Jayalah Indonesiaku!
 
Terima kasih, Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hasto Kristiyanto,
Sekjend DPP PDI Perjuangan

Instagram

Twitter

Facebook