Berita Hak Pemilih Dijamin Konstitusi

, 16/Aug/2017

Hak Pemilih Dijamin Konstitusi

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan persoalan hak warga negara untuk memilih dapat terselesaikan dengan baik. Sehingga putaran kedua Pilgub DKI Jakarta semakin berkualitas dengan kian banyak pemilih yang dapat menggunakan hak pilihnya.

“Enam hari menjelang pemungutan suara putaran kedua maka tidak ada lagi ruang abu-abu atau atau grey area. Penyelenggara pemilu harus netral dan harus dicegah adanya kecurangan sekecil apa pun”, kata Megawati Soekarnoputri saat memberikan pengarahan pada rapat koordinasi (rakor) dengan pengurus DPD PDIP se-Indonesia di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017).

Megawati Soekarnoputri menegaskan hak pemilih dijamin konstitusi dan lebih tinggi daripada kewenangan petugas di lapangan. “Siapa pun tidak boleh menghalang-halangi antusiasme warga DKI untuk memilih, meski belum terdaftar dalam daftar pemilih tetap tambahan sekali pun.”

Saksi Tidak Boleh Bisu

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PDI Perjuangan menyebutkan program Basuki-Djarot sudah dirasakan oleh masyarakat DKI Jakarta. “Kinerja Basuki-Djarot nyata-nyata bermanfaat bagi rakyat, teristimewa kaum perempuan. Bayangkan selain KJP, KJS, KJP untuk Santri, Kartu Lansia. Belum lagi sentuhan kerakyatan pasukan oranye, biru, hijau, dan kini pasukan merah. Semua membawa kemaslahatan bagi rakyat DKI, khususnya ibu-ibu," ujar Megawati Soekarnoputri.

Untuk itu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan tersebut meminta pengurus partai harus bisa memanfaatkan sisa waktu untuk terus memberikan arahan dan pembekalan kepada para saksi. Karena peran saksi sangat penting dalam pilkada.

"Saksi adalah senjata. Jadi saksi bisa interupsi. Namanya saksi masak disuruh bisu. Saya ingin ada perbaikan saksi supaya lebih profesional. Ketika ada warga yang mau masuk ke TPS tapi dihalangi-halangi, saksi bisa interupsi bila mereka memang membawa KTP atau Kartu Keluarga. Saksi harus bisa ngomong,” kata Megawati.

Menurut Ketua Umum, model gotong royong pengurus partai dari seluruh Tanah Air di Pilkada DKI Jakarta merupakan bentuk solidnya kerja sama dan kekompakan kader PDI Perjuangan. “Pola gotong royong ini akan bisa dilanjutkan saat pelaksanaan Pilkada 2018 mendatang,” tegas Megawati.

Berita Terbaru

Simposium Taruna Merah Putih

16/Aug/2017

Gelar lomba Paskibra, PDI Perjuangan ingin gelorakan…

16/Aug/2017

Rakornas II BSPN: Organisir Saksi, Kawal, dan Amankan…

16/Aug/2017

Megawati Institute; Generasi Milenial Rawat Gagasan…

16/Aug/2017

Megawati dan Imajinasi 'Jembatan Emas' Bung Karno

16/Aug/2017

Bergabunglah menjadi anggota

PDI Perjuangan

Twitter

Facebook